BLOG INSPIRASI

Segelintir Harapan Indah

Tentang Blog Inspirasi


Blog ini berupaya memberikan kata-kata yang bermanfaat, yang dapat memberikan pencerahan kepada kita semua. Blog ini juga bermanfaat untuk membangun kepribadian penulis yang bukan cuman hanya wadah untuk menulis, tetapi untuk menempa diri penulis juga. Smoga apa yang blog bberikan dapat bermanfaat Buat kita.

Sedikit Tentang Saya


seorang manusia polos yang mencoba berbagi dengan dunianya, memberikan pengalamnnya untuk saling berbagi dengan Sesama. Harapannya apa yang dibagikan kepada sesama dapat memberi Manfaat untuk saling berbagi pastinya. semoga apa yang saya tuangkan dalam blog ini bermanfaat bagi kita semua.

SELAMAT DATANG DI BLOG KARTA JAYA WEB,,,Berbagai Tulisan Akan Anda Dapatkan Di Sini|| Dapatkan Tips Blog||Klik di Sini

Anda Ingin Buku Tamu Blog Anda Seperti ini?
Silahkan Klik Di Sini---> Tutorial Blogspot

KESEPULUH PERINTAH

Sepuluh Perintah Allah (The Ten Commandments)

Dalam Kitab Taurat (Keluaran 20:1-17 dan Ulangan 5:4-22) tertulis 10 Perintah Allah (The Ten Commandments). Kesepuluh Perintah Allah ini tertulis pada dua loh batu yang dibawa nabi Musa ketika turun dari gunung Sinai. Sepuluh Hukum Allah ini disadari atau tidak disadari berlaku bagi semua manusia apa pun agamanya. Dalam Roma 2:12-16 disebutkan bahwa Tuhan sudah menuliskan Sepuluh Perintah-Nya ini (Hukum Taurat) dalam hati sanubari setiap manusia.

Lalu Allah mengucapkan segala firman ini: "Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan.

1. Jangan ada padamu allah (ilah) lain di hadapan-Ku.

2. a. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.
b. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN,
Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada
anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang
membenci Aku, tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu
mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.

3. Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.

4. Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.

5. Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.

6. Jangan membunuh.

7. Jangan berzinah.

8. Jangan mencuri.

9. Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.

10. Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apa pun yang dipunyai sesamamu."

Supaya selamat kita harus melakukan semua perintah Allah di atas, namun karena Tuhan tahu bahwa kita tak akan mampu melakukannya dengan kekuatan kita sendiri, maka Yesus Kristus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib (Filipi 2:6-8), untuk memenuhi tuntutan keadilan Allah seperti yang tertulis di Sepuluh Perintah Allah. Dalam Kitab Injil disaksikan bagaimana Yesus datang menggenapi semua yang dilambangkan dalam Kitab Taurat. Dialah Anak Domba Allah yang sesungguhnya, yang mencurahkan darah-Nya di kayu salib bagi pengudusan semua manusia yang mau percaya dan menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat. Dengan demikian setiap orang yang menerima Yesus menjadi Tuhan dan Juruselamatnya, hutang dosa-dosanya sudah dibayar lunas oleh pengorbanan Yesus.

Dalam Kitab Injil Kesepuluh Perintah Allah juga diringkas oleh Yesus menjadi dua perintah utama bagi kita :

Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi." (Matius 22:37-40)

Perintah pertama sampai dengan keempat menjadi Hukum Kasih kepada Allah. (Jangan ada ilah lain, jangan membuat patung berhala dan menyembahnya, jangan sebut nama Allah dengan sembarangan, serta kuduskan dan hormati hari Sabat).


Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. (Ulangan 6:4-5)


Perintah ke 5 sampai dengan ke 10 menjadi Hukum Kasih kepada sesama manusia. (Hormati orangtua, jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan berdusta, dan jangan mengingini milik sesama).


Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain mana pun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri! Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat (Roma 13:9-10)


Dalam Kitab Injil, Tuhan Yesus menyempurnakan hukum kasih ini. Kita tidak lagi mengasihi sesama manusia seperti kita mengasihi diri kita sendiri. Bahkan lebih agung dari itu, Tuhan Yesus memerintahkan agar kita mengasihi sesama manusia seperti Tuhan sudah mengasihi kita. Yesus rela mati bagi kita di saat kita masih berdosa ((Roma 5:8). Kita juga harus rela berkorban bagi sesama walaupun mereka menyakiti hati kita.

Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. (Yohanes 13:34)

Nah, kini kita mentaati Sepuluh Perintah Allah bukan lagi agar kita diselamatkan, namun untuk mengungkapkan rasa syukur kita, dan untuk menyenangkan Tuhan yang sudah lebih dulu menyatakan kasih-Nya dengan berkorban bagi kita. Kita melakukan hukum Taurat tidak lagi secara legalistik, namun yang harus diwujud-nyatakan adalah kasihnya.

Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih! (I Korintus 16:14)


Kasih yang dapat dirasakan oleh hati,
Kasih yang dapat dilihat oleh orang buta,
Dan kasih yang dapat didengar oleh orang tuli.


SYALOM

0 komentar:

Poskan Komentar